BAGI SEMUA PERSONIL KELAS C, MATERI FISIKA TERAKHIR DARI PAK HERI BISA DI UNDUH DI LINK DIBAWAH INI. BAGI YANG SUDAH MENG-UNDUH, TOLONG PERSONIL YANG LAIN JUGA DI BAGIKAN. TERIMAKASIH
http://www.4shared.com/rar/5XKzq95e/materi_fisika_kelas_c.html
Sabtu, 24 Desember 2011
Jumat, 23 Desember 2011
Kotoran dan limbah ternak sebagai sumber pupuk organik
Daur-ulang limbah ternak berperanan dalam mencegah terjadinya
pencemaran lingkungan, dan secara bersamaan juga meningkatkan produksi tanaman.
Suatu hal yang cukup nyata bahwa limbah ternak yang cukup banyak dapat diubah
menjadi pupuk organik yang berharga murah. Kotoran ternak mempunyai nilai pupuk
(padat dan cair) yang tinggi dan mudah terdekomposisi. Cara tradisional yang
umum dilaksanakan untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah, adalah
menambahkan bahan yang belum matang dalam bentuk pupuk kandang, kompos atau
bahan tanaman seperti pupuk hijau. Penggunaan pupuk kandang sebagai sumber hara
tanaman merupakan praktek pertanian yang sudah lama dilaksanakan oleh petani di
wilayah tropika Asia, terutama di tanah sawah.
Penggunaan pupuk kandang sudah cukup lama di identikkan dengan
keberhasilan program pemupukan dan pertanian berkelanjutan. Hal ini tidak hanya
karena mampu memasok bahan organik, tetapi karena berasosiasi dengan tanaman
pakan, yang pada umumnya meningkatkan perlindungan dan konservasi tanah.
Kondisi ekonomi yang cukup berat bagi petani disatu pihak dan usaha
mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah di pihak lain. mengharuskan
petani mempertimbangkan kembali semua bentuk pembenah organik yang tersedia
setempat, seperti pupuk kandang, residu tanaman dan pupuk hijau.
Sebelum kita memanfaatkan pupuk kandang di lahan pertanian, maka diperlukan pengkajian yang cukup mendalam tentang kebiasaan petani terhadap pupuk kandang yang dimiliki, karena masalah teknis dan sosial petani sering mengharnbat program yang telah disusun, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Sebelum kita memanfaatkan pupuk kandang di lahan pertanian, maka diperlukan pengkajian yang cukup mendalam tentang kebiasaan petani terhadap pupuk kandang yang dimiliki, karena masalah teknis dan sosial petani sering mengharnbat program yang telah disusun, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengaruh pupuk kandang berhubungan dengan komposisi hara yang
dikandung. Pilihan antara pupuk kandang dan pupuk anorganik hanya karena
pertimbangan kandungan tiara, ekonomis, transportasi dan aksesbilitas.
1. Pupuk Kandang Kering
Penggunaan pupuk kandang kering dianjurkan berdasarkan alasan kebersihan, pupuk kandang kering juga mengurangi pengaruh kenaikan temperatur selama proses dekomposisi dan terjadinya kekurangan nitrogen yang diperlukan tanaman. Untukk mempercepat proses pengeringan, maka pupuk kandang dicampur debu atau lumpur kering dalam jumlah yang seimbang, kemudian diletakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung dan diberi penutup sampai pupuk tersebut dimanfaatkan.
Abu bakaran dapur atau
abu bakaran yang lain dapat ditambahkan, dengan komposisi 40% pupuk kandang dan
masing-masing 30% untuk debu atau lumpur. Campuran ini disimpan dalam kondisi
analog sampai saatnya diperlukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kering mempunyai kandungan nitrogen yang bervariasi, sapi 2,41%, kerbau, 1,09%, babi 2,11%, dan ayam ras 3,17%. Kandungan nitrogen tidak pernah stabil dan berubah setiap waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kering mempunyai kandungan nitrogen yang bervariasi, sapi 2,41%, kerbau, 1,09%, babi 2,11%, dan ayam ras 3,17%. Kandungan nitrogen tidak pernah stabil dan berubah setiap waktu.
2. Pupuk Kandang Cair
Pupuk kandang cair juga baik sebagai sumber hara tanaman. Mengumpulkan pupuk kandang cair dilakukan dengan cara yang baik, maka bahan ini merupakan sumber pupuk yang dapat dimanfaatkan dengan mudah. Saran menggunakan pupuk kandang cair:
- Lantai kandang dan tempat memandikan ternak harus terbuat dari semen demikian juga bak penampungan limbah cair dan kencing dibuat dengan ukuran 3 x 3 m dan kedalaman 1,5 m. Gulma dan tanaman air dimasukkan ke dalam bak penampungan dan biarkan selama 2 minggu untuk proses fermentasi. Pupuk kandang cair dapat dimanfaatkan dengan cara menyiramkan pada tanaman.
- Buat kolam penampungan sehingga kencing ternak dan limbah cair lainnya dapat ditampung. Sebelum kencing dan limbah cair lainnya mencapai kolam. buang atau pisahkan bahan padat dan dimanfaatkan untuk membuat kompos. Untuk menyaring bahan padat dapat menggunakan kasa atau jaring pada ujung saluran pembuang.
- Buat bak yang terbuat dari beton atau semen berukuran 2 x 2 m dan ketinggian 1 m. Campur kencing ternak dengan air untuk mengencerkan sebelum digunakan untuk menyiram tanaman.
- Dapat membuat saluran pembuang yang terbuat dart semen atau beton langsung ke lahan pertanian.
3. Mengelola Pupuk
Kandang
Sebetulnya tidak mudah memanthatkan kotoran ternak sebagai pupuk kandang tanpa mengandung limbah yang lain karena bersifat ruah dan mudah rusak. Menyebar pupuk kandang ke lahan pertanian mengurangi kehilangan hara yang dikandung pupuk kandang. Cara terbaik untuk mengelola pupuk kandang adalah melindungi dari terik matahari langsung atau terkena air hujan sampai pupuk tersebut digunakan. Ada empat sistem yang umum dilakukan untuk menangani pupuk kandang:
- Mengumpulkan pupuk kandang segar setiap hari dan ditaburkan langsung di lahan.
- Disimpan dalam lubang atau ditimbun dan dihindarkan dari terik matahari langsung dengan diberi pelindung/penutup. Biarkan pupuk kandang tersebut mengalami proses fermentasi sebelum digunakan.
- Pupuk cair disimpan dalam kondisi aerob dan dilakukan perlakuan tertentu sebelum digunakan.
- Pupuk cair disimpan secara anaerob dan dilakukan perlakuan tertentu sebelum digunakan.
Tujuan penggunaan
superfosfat adalah untuk meningkatkan kualitas pupuk kandang, yakni:
- menekan kehilangan nitrogen dalam bentuk amoniak;
- meningkatkan kandungan fosfat pupuk kandang dan membuat pupuk dengan kandungan hara berimbang;
- meningkatkan efisiensi penggunaan fosfat oleh tanaman, karena pada umumnya koloid tanah mengikat kuat fosfat yang diberikan dalam bentuk pupuk.
- Penggunaan Pupuk Kandang Segar Setiap Hari
Kotoran ternak dari kandang dibersihkan kemudian dikumpulkan di tempat
penimbunan, dicampur atau diperkaya dengan pupuk fosfat, kemudian disebar di
lahan. Cara terbaik untuk menghindarkan terjadinya kehilangan akibat proses
dekomposisi dan volatilisasi, adalah meningkatkan kualitas hara pupuk kandang
yang akan digunakan.
Penggunaan pupuk
kandang segar secara langsung ke tanaman selalu tidak menguntungkan dan
menimbulkan masalah karena kandungan, gulma, organisme penyebab penyakit dan
senyawa toksik yang kemungkinan dikandung ekskresi. Penggunaan pupuk kandang
segar kemungkinan besar timbul panas selama proses dekomposisi dan juga tanaman
kekurangan unsur tertentu.
Terlepas dari masalah polusi, proses fermentasi kemungkinan dihasilkan bahan pupuk yang lebih baik daripada bahan yang segar.
Terlepas dari masalah polusi, proses fermentasi kemungkinan dihasilkan bahan pupuk yang lebih baik daripada bahan yang segar.
5. Komposisi Pupuk
Kandang
Limbah yang berasal dari kandang ternak jumlahnya cukup banyak terutama di desa-desa yang, masih memanfaatkan ternak sebagai tenaga mengolah atau ternak sebagai salah satu usaha meningkatkan kegiatan pertanian secara terpadu. Limbah ternak tersebut ada yang dimanfaatkan untuk pupuk kandang, tetapi ada juga yang dibakar. Bahan-bahan ini semua cukup potensial sebagai sumber hara untuk campuran residu tanaman pada saat pengomposan.
Salah satu faktor
kritis yang perlu dipahami dalam proses pengomposan adalah kandungan nitrogen
dan nisbah C/N dan bahan dasar yang dikomposkan. Kencing ternak merupakan
Limbah, akan tetapi dengan teknik konservasi yang sederhana kandungan hara
dalam kencing dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.
6. Kelebihan
Pemanfaatan Pupuk Kandang
Apabila kita mempunyai pupuk kandang yang berasal dari usaha tani kita sendiri tanpa harus membeli, maka harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk pupuk yang dikombinasikan dengan pupuk kimia.
Pupuk organik pada
umumnya lebih bermanfaat sebagai bahan pembenah tanah. Pada umumnya bahan-bahan
ini mengandung N, P, dan K dalam jumlah yang rendah, tetapi dapat memasok unsur
hara mikro esensial. Sebagai bahan pembenah tanah bahan organik dan pupuk
kandang mempunyai kontribusi dalam mencegah erosi, pengerakan tanah, dan
retakan tanah. Di samping itu, mampu meningkatkan kemampuan tanah mengikat
lengas, memperbaiki struktur dan pengatusan tanah. Bahan organik juga memacu
pertumbuhan dan perkembangan bakteri dan biota tanah lainnya.
Nitrogen dan unsur
hara lainnya yang dikandung bahan organik di lepaskan secara perlahan-lahan.
Dengan demikian pemberian yang berkesinambungan tnembantu dalam membangun
tanah, terutama dalam jangka parkiang.
7. Toksisitas Pupuk
Kandang
Pada umumnya, kotoran babi banyak mengandung unsur Cu (tembaga), Zn (seng) dan As (arsenikum). Pupuk kandang sapi mengandung 1% NaCl. Kotoran ayam yang digunakan untuk pupuk sering mengandung koksidiostat yang berfungsi sebagai herbisida. Apabila pupuk kandang yang mengandung bahan kimia seperti koksidiostat dimanfaatkan untuk pupuk dengan dosis tinggi secara terus menerus, maka kemungkinan besar dapat bertUngsi sebagai zat alelopati yang dapat menghambat pertumbuhan benih maupun bibit.
Penggunaan pupuk
kandang dalam jumlah banyak, akan mendorong perkembangan lalat dan menimbulkan
bau yang menyengat. Berkenaan dengan masalah pencemaran, bau busuk merupakan
pencemaran udara yang paling besar mendapatkan perhatian
8. Penggunaan Pupuk
Kandang
Pupuk kandang selalu diaplikasikan sebelum atau pada saat pengolahan tanah sebelum benih atau bibit ditanam. Pupuk kandang setelah disebar merata di permukaan tanah kemudian tanah dibajak dan digaru. Pupuk kandang dapat ditambahkan bersama pupuk kimia pada saat tanam dengan cara membenamkan di antara tanaman sejajar dengan baris tanaman.
Pupuk kandang cair
diberikan dengan cara menyiramkan pada tanaman. Apabila dalam jumlah cukup
banyak dapat diberikan bersama-sama air irigasi.
9. Takaran Penggunaan
Pupuk Kandang
Takaran atau dosis penggunaan pupuk kandang sangat bervariasi, tergantung pada: jenis tanaman, tanah, musim, dan jenis pupuk kandang.
10. Pupuk Kandang
dalam Mempertahankan Kesuburan Tanah
Nilai pupuk kandang, tidak hanya ditentukan berdasarkan pasokan bahan organik tetapi besarnya pasokan nitrogen. Nitrogen yang dilepaskan oleh aktivitas mikroorganisme kemudian dimanfaatkan oleh tanaman.
Pupuk kandang,
mempunyai pengaruh yang baik terhadap sifat fisik dan kimia tanah. Penggunaan
pupuk kandang untuk mempertahankan kesuburan tanah merupakan bentuk praktek
pertanian organik. Penggunaan pupuk kandang yang dipadukan dengan pupuk kimia,
kapur pertanian dan tanaman legum serta didukung pengolahan tanah yang baik.
pengendalian gulma dan praktek pertanian yang lain akan berdampak baik bagi
pengembangan pertanian organik.
11. Penggunaan Limbah
Ternak sebagai Sumber Pakan
Limbah ternak dapat digunakan langsung sebagai pakan ternak. Kenyataannya, praktek ini sudah lama dilaksanakan dan diperkirakan hara yang dikandung limbah ternak 3 -10 kali lebih bermanfaat apabila langsung digunakan sebagai pakan daripada didaur-ulang secara tradisional melalui tanaman. Hara dalam pupuk kandang berasal dari pakan yang dikonsumsi oleh ternak; lebih dari 70% N yang dimakan oleh hewan dapat dilihat dalam kotorannya, demikian juga kalium sebesar 80%. Di antara kotoran ternak, kotoran ayam mempunyal kandungan hara tertinggi, terendah sapi, sedang kotoran babi berada di antaranya
12. Pengolahan Limbah
untuk Pakan
Limbah ternak besar biasanya diolah untuk pakan dalam keadaan kering, tetapi apabila proses pengeringan terlalu tinggi akan menurunkan kandungan protein. Aroma dan rasa (meskipun nilai gizinya rendah) dapat diperbaiki melalui proses fermentasi. Kotoran ternak kecil dapat dibuat pakan melalui proses silase yang dicampur dengan sekam padi, dan menghasilkan pakan dengan kualitas baik.
Perbandingan bahan campuran dalam proses silase adalah 505 jerami padi, 20% kotoran ternak kecil kEmudian diberi sekam padi. Dari hasil penelitian campuran silase melalui proses ini, akan membuat sapi perah memproduksi susu yang lebih banyak daripada silase hanya menggunakan jagung.
Teknologi yang lebih
berkembang adalah menggunakan teknologi EM. Melalui teknologi EM dapat dibuat bokashi
menggunakan campuran dedak, kotoran ayam dan kotoran kambing untuk pakan ayam,
sedang bokashi dengan campuran dedak dan kotoran ayam digunakan untuk pakan
babi.
13. Pembuatan Bokashi
Kotoran Ayam dan Kotoran Kambing
- Satu bagian dedak padi ditambah 1 bagian kotoran ayam dan satu bagian kotoran kambing dicampur merata dan diusahakan kandungan air masing-masing bahan sama. Kotoran ayam yang digunakan dapat kotoran ayam murni atau yang telah bercampur dengan sekam padi. Selain menggunakan tiga campuran tersebut dapat juga dipersiapkan bokashi yang tidak menggunakan kotoran kambing, hanya kotoran ayam saja.
- Ditambahkan salah satu yang tersedia sebanyak satu sendok makan gula pasiri, gula merah cair/molase, 1 sendok makan EM dan 1 liter air.
- Kadar air bahan adonan diatur 30% (cara cepat apabila digenggam tidak menggumpal)
- Selanjutnya masukkan dalam karung dan diikat. Proses berjalan selama 2 hari. Selama proses berlangsung akan mengeluarkan aroma manis dan bau amoniak yang berasal dari kencing kambing hilang.
Setelah dua hari bokashi siap untuk pakan ternak ayam. Membuat stok bokashi
yang berasal dari kotoran ternak tidak lebih dart 7 hari, karena setelah lewat
masa tersebut rasa dan aroma bokashi berubah.
14. Kendala
Pemanfaatan Kotoran Ternak sebagai Sumber Pakan
Kemungkinan besar konsumen akan menolak jenis pakan yang berasal dart kotoran ternak. Masalah serius lain yang sering dihadapi bahwa kotoran ternak kadangkala mengandung bahan mineral dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga tidak layak untuk digunakan sebagai pakan. Hal ini karena kebanyakan pakan yang kaya mineral tidak mudah dihancurkan daripada bahan kaya organik. Bahan mineral kemungkinan bukan berasal dari pakan atau sumber lain, misalkan CuSO4 (tembaga sulfa) yang digunakan sebagai disinfektan untuk ternak babi. Di samping itu, kebanyakan pabrik pakan menolak untuk memproses kotoran ternak.
Pustaka
Penerapan pertanian organik: pemasyarakatan dan pengembangannya Oleh Rachman Sutanto
Penerapan pertanian organik: pemasyarakatan dan pengembangannya Oleh Rachman Sutanto
TEKNOLOGI PAKAN DALAM PENGGEMUKAN SAPI SECARA INTENSI
Pakan yang baik untuk sapi adalah yang dapat memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Protein berfungsi untuk mengganti sel-sel yang telah rusak, membentuk sel-sel tubuh baru dan sumber energi. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi dan pembentukan lemak tubuh. Lemak berfungsi untuk pembawa vitamin A,D,E,K dan juga sebagai sumber energi. Pada sapi yang digemukkan secara setengah intensif ( kereman ) dan full intensif ( dry lot fattening ) lapisan lemak dapat menyelimuti serabut otot sehingga tekstur daging otot menjadi lembut ( kualitas terbaik ).Mineral diperlukan untuk pembentukan jaringan tulang dan urat serta mempermudah proses pencernaan dan penyerapan zat-zat makanan.. Vitamin berfungsi untuk mempertahankan kekuatan tubuh dan kondisi kesehatan.
Dalam hal ketersediaan pakan di pedesaan, jerami adalah sumber pakan yang paling banyak di jumpai, sehingga fokus kita adalah pada jerami tersebut. Akan tetapi jerami adalah sumber pakan yang berkualitas rendah, ini dapat dilihat kandungan yang terdapat didalamnya yaitu protein 4,5 – 5,5 % – lemak 1,4 – 1,7% – serat kasar 31,5 – 46,5 % – Daya cerna 30 % ( seandainya makan 10 kg jerami maka yang diserap hanya 3 kg lainnya menjadi kotoran ), bandingkan dengan rumput gajah dimana protein 8,4 –11,4 % – lemak 1,7 – 1,9 % – serat kasar 29,5 – 33 % – daya cerna 52 %, dari perbandingan tersebut terlihat bahwa jerami terlalu kasar dan sangat sulit dicerna disamping kandungan protein dan lemak yang sedikit. Untuk meningkatkan mutu dari jerami maka diperlukan perlakuan khusus, berikut beberapa cara untuk meningkatkan mutu jerami :
1. Jerami padi dicampur dengan urea + starbio Jerami yang akan dicampur harus ditimbang terlebih dulu.Jerami bisa dalam keadaan kering ataupun basah ( segar ). Untuk jerami kering, urea yang digunakan harus dilarutkan kedalam air terlebih dulu, setiap 100 kg jerami kering dibutuhkan 100 liter air sebagai pelarut urea.Sedang untuk jerami segar, urea tak perlu dilarutkan kedalam air.Bila jerami segar yang dipilih maka setiap 100 kg jerami di butuhkan 10 kg urea + 10 kg starbio untuk ditaburkan diatasnya( dengan kata lain 1 kg jerami dengan 1 ons urea + 1 ons starbio ).Cara mencampurnya yaitu jerami di buat berlapis-lapis, setiap lapisan tebalnya 10 cm, setelah lapisan pertama ditebarkan lalu di tumpuki lapisan kedua begitu seterusnya, kemudian tutup tumpukan tersebut dengan plastik agar terjadi fermentasi, hindarkan dari terik sinar matahari dan hujan. Tunggu 21 hari untuk diberikan hewan ternak. Pencampuran ini dimaksudkan untuk menghancurkan ikatan silika dan lignin pada selulosa jerami, sehingga mudah dicerna dan kaya akan nitrogen, tingkat daya cerna jerami dapat meningkat dari 30 % menjadi 52 %.
2. Jerami Padi kering dengan tetes. Jerami padi olahan ini dibuat dengan cara difermentasikan selama 24 jam, yaitu jerami dipotong-potong, kemudian dicampur air dan tetes dengan perbandingan 2 : 1. Untuk setiap 10 kg jerami kering dibutuhkan tetes 1,5 kg dan air 3 kg ( 3 liter ), ditambah super phospat25 gram ( 1 sendok makan ) dan amonium sulfat 25 gram juga, tunggu 24 jam baru diberikan pada sapi.
3. Jerami padi kering dengan larutan NaOH, Olahan jerami padi kering dilakukan dengan cara jerami dicuci dengan NaOH. Jerami padi sebanyak 1 kg disiram secara merata dengan larutan NaOH 30 gram + air 1 liter, kemudian selelah disiram tunggu minimal 6 jam agar silika hancur. Menurut Ditjen peternakan bahwa seekor sapi bisa diberikan jerami olahan ini sebanyak 5 kg + hijauan segar 5 kg + 5 gr mineral campuran yang bisa dibeli di toko dan garam dapur dua sendok makan.
Setelah mengetahui tata cara peningkatan mutu jerami yang membuat kita tidak perlu mengarit kesana kemari , sekarang kita membahas pakan tambahan yang berfungsi sebagai pemercepat pertambahan bobot sapi. Pakan tambahan ini adalah syarat mutlak dalam penggemukan sapi secara intensif. Berikut beberapa sumber pakan tambahan yang dapat di jumpai di kebanyakan daerah, serta kandungan yang terdapat di dalamnya.
Tabel 1
| Nama Pakan | Protein % ( dalam 100 kg ) | Lemak % ( dalam 100 kg ) | TDN * ( dalam 100 kg ) | Bahan Kering |
| Dedak Halus | 14 % | 3,32 % | 87,6 % | 86 % |
| Dedak kasar | 9,9 % | 2,10 % | 56,3 % | 84 % |
| Tepung Jagung | 9,38 % | 5,6 % | 81,84 % | 84,98 % |
| Gamblong | 2,83 % | 0,676 % | 77,25 % | 35 % |
| Ampas tahu | 25,4 % | 5,4 % | 76,6 % | 10,8 % |
| Kacang Kedele | 48 % | 3, 65 % | 84,3% | 87 % |
| Tepung Ikan | 54,3 % | 2,86 % | 68,8 % | 89 % |
* TDN singkatan dari Total Digestible Nutrient, adalah jumlah persentase zat-zat makanan yang dapat dicerna.Perhitungannya berdasarkan penjumlahan persentase dapat dicerna dari protein, serat kasar, BETN (Bahan Ekstrak Tiada Nitrogen ), serta ekstrak eter dengan konstanta 2,5. Untuk lebih lengkapnya lihat Lampiran – Halaman paling belakang Perlu di ketahui bahwa sapi mempunyai kemampuan mengkonsumsi pakan berdasarkan bobot, semakin berat bobot maka semakin banyak kemampuan makannya, berikut perkiraan kemampuan sapi dalam mengkonsumsi pakan :
Tabel 2
| Bobot ( kg ) | Kemampuan Mengonsumsi Pakan ( % dari bobot badan ) |
| 100 – 150 | 3,5 |
| 150 – 200 | 4 |
| 200 – 250 | 3,5 |
| 250 – 300 | 3 |
| 300 – 350 | 2,8 |
| 350 – 400 | 2,6 |
| 400 – 450 | 2,4 |
| 450 – 500 | 2 |
Perkiraan diatas berdasarkan pakan dengan kandungan kering. Contoh perhitungan bila kita mempunyai sapi bakalan yang siap digemukkan berbobot 400 kg maka konsumsi bahan keringnya adalah 400 x 2,4 % = 9,6 kg, dari kebutuhan ini kita bagi menjadi dua bagian yaitu 40 % pakan tambahan dan 60 % jerami atau rumput gajah, perbandingan ini sangat pas untuk penggemukan secara intensif. Jadi untuk jerami di butuhkan 60 % x 9,6 = 5, 76 kg sisanya yaitu 3,84 kg berupa pakan tambahan seperti dedak, tepung jagung, gamblong atau yang lain tergantung yang mana yang mudah didapatkan didaerah masing-masing. Berikut 2 jenis makanan pokok ( makanan kasar ) yang merupakan sumber serat kasar bagi sapi yang umumnya di jumpai di daerah.
Tabel 3
| Nama Pakan | Protein | Lemak | TDN | Bahan Kering |
| Jerami | 4,5 % | 1,4 % | 30 % | 86 % |
| Rumput Gajah | 8,7 % | 2,01 % | 49,2 % | 23,8 % |
Jadi sekarang bisa kita hitung angka riil yang dibutuhkah sapi yang berbobot 400 kg tersebut di atas. Sudah didapat dari perhitungan bahwa jerami kering yang dibutuhkan adalah 5,76 kg berarti kalo kita mengambil jerami pada umumnya dengan bahan kering 86 % perhitungannya riil sebagai berikut :
5,76 kg x 100 / 86 = 6,7 kg dan bila pakan tambahan yang di berikan hanya dedak kasar maka didapat 3,84 x 100 / 84 = 4, 57 kg. Jadi jelas sekarang untuk sapi bobot 400 kg di butuhkan jerami sawah atau hasil olahan seberat 6,7 kg timbangan dan dedak 4,6 kg timbangan ( pembulatan ).
PENYUSUNAN PAKAN TAMBAHAN YANG LENGKAP
Pakan tambahan seyogyanya tidak dedak saja, melainkan kombinasi dari berbagai jenis, untuk itu sebelumnya kita ketahui terlebih dulu kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk penggemukan.Berikut tabel kebutuhan nutrisi sapi jantan dalam berbagai kelompok umur :
Tabel 4
| BERAT SAPI ( KG ) | % SERAT KASAR | % PROTEIN | % TDN |
| 200 | 15 | 13 | 86 |
| 250 | 20 | 11,4 | 80 |
| 300 | 23 | 10,4 | 80 |
| 350 | 25 | 10 | 80 |
| 400 | 25 | 9,5 | 77 |
| 450 | 35 | 9 | 75 |
| 600 | 28 | 8 | 70 |
| 800 | 20 | 7 | 60 |
* Berdasarkan berat kering.
Sekarang kita coba menyusun ransum makanan sapi dengan maksimal pertambahan berat badan yaitu 1 kg keatas berdasarkan tabel 1 – 4. Kita susun ransum sapi dengan bobot 400 kg. Telah disinggung pada halaman sebelumnya bahwa untuk penggemukan secara intensif komposisi hijauan ( makanan kasar / serat kasar ) dengan konsentrat sebagai pakan tambahan dengan perbandingan 60 % : 40 %.Sedang sumber makanan yang tersedia adalah sebagai berikut :
- Jerami (sebagai pengganti hijauan sumber serat kasar krn mudah didapat dan murah)
- dedak halus
- dedak kasar pakan tambahan
- gamblong / ampas ketela
- tepung jagung
Sapi dengan berat 400 kg membutuhkan makanan dalam berat kering sebesar 400 kg x 2,6 % (tabel 2) = 10,4 kg
Sekarang kita tentukan dulu serat kasar yang di butuhkan yaitu bersumber dari jerami. Karena kita sudah tentukan perbandingan 60 % untuk sumber serat kasar, maka jerami dengan kadar kering 86 % ( tabel 3 ) diperoleh :
( 10,4 kg x 60 % ) : 86 % = 7,26 kg sedangkan sisanya untuk pakan tambahan 10,4 – 7,26 = 3,14 kg
Untuk menyusun pakan tambahan ini diperlukan prioritas pencapaian target protein saja, sedang TDN hanya sebagai perbandingan. Karena penyusunan pakan tambahan yang terdiri dari 4 komponen atau bahan begitu sulit maka kita minta bantuan program untuk melakukan perhitungan, program yang sederhana kita buat memakai microsoft excel, kami sebut dengan Ransum ( klik saja ), sehingga didapatkan masing-masing komponen dengan memperhatikan bahan kering seperti tabel 1 didapat angka riil sbb :
Dedak halus : 1,5 kg x 100 /86 = 1,16 kg
Dedak kasar : 0,3 kg x 100/84 = 0,78 kg
Gamblong : 0,75 kg x 100/35 = 2,14 kg
Tep. Jagung : 0,6 kg x 100/84,98 = 0,7 kg
Sekarang Anda sudah mampu menyusun ransum dengan tepat-akurat, selanjutnya perlu mengetahui juga bahan-bahan tambahan yang mampu mempercepat pertumbuhan badan hewan ternak yang banyak dijual di pasaran. Kelebihan bahan-bahan tersebut adalah mampu mengefisienkan penyerapan makanan oleh ternak sehingga dapat mengurangi kebutuhan makanan yang telah kita hitung berdasar perhitungan teori, namun mampu menambah berat badan harian secara maksimal.Berikut bahan-bahan tersebut :
1. Bossdext
Merupakan suplemen ekstra berbentuk cair, formula ini terdiri dari enzim ekstrak tumbuhan pilihan dan bahan lain yang bermanfaat untuk meningkatkan proses pencernaan sapi, serta mengoptimalkan penyerapan dan efisiensi penggunaan pakan.Enzim yang terdapat dalam Bossdext ( boss = sapi,dext = air ) terdiri dari single cell protein bactery dan pemberiannya melalui oral dengan dicampur dan difermentasi lebih dulu dengan pakan tambahan sapi ( comboran ). Formula bossdext mengandung 32 enzim , 27 % substrat ( bionutrisi M.O ), 8 % chellate, 7 % garam elektrolit, 8 % vitamin, 7% ekstrak tambahan dan 11 % pelarut. Enzim adalah molekul protein yang berfungsi sebagai katalisator dalam reaksi biokimia yang diselenggarakan lewat aktivitas jasad renik. Sebagai katalisator, enzim dalam bossdext memungkinkan reaksi penguraian serat kasar di dalam rumen berlangsung lebih cepat.Selain itu, enzim ini juga mendukung aktivitas kerja mikroba rumen. Sedangkan chellate,vitamin dan garam elektrolit akan menjaga keseimbangan dalam proses metabolisme. Menurut penemunya yaitu HM Setio Hadi, penggemukan sapi dengan penggunaan Bossdext dapat meningkatkan bobot sapi 1,5 – 3,0 kg / hr bahkan ada yang mampu mencapai 4 kg /hr, asal bakalan sapi mempunyai genetik baik. Bagaimana cara membuat Bossdext perlu diketahui pula oleh kita, berikut caranya :
Bossdext yang diambil dari kemasan / botol tidak dapat diberikan langsung kepada sapi, melainkan harus dikultur terlebih dulu dengan melarutkannya kedalam air bersih, bebas kaporit dan antiseptik dan ber pH antara 6,8 – 7,2. Sumber yang terbaik adalah air tanah. Wadah untuk mengultur berupa bejana dari plastik atau tanah liat. Selama dalam proses pengulturan ini dilakukan pemberian aerasi secara terus menerus dengan aerator. Proses pembuatan kultur di lakukan ditempat teduh / tidak terkena sinar matahari secara langsung. Wadah tempat kultur dari plastik PVC dantidak berwarna hitam karena akan menghambat masuknya sinar tidak langsung matahari yang membantu kerja bakteri pengurai. Berikut pembuatan kultur Bossdext :
1. Sediakan 3 ember plastik PVC bersih yang tidak berwarna hitam untuk seekor sapi.
2. Isi ember pertama dengan 5 liter air
3. Kocok isi botol bossdext, lalu ambil 30 mL ( dua tutup botol ) cairan bossdext dan masukkan cairan tersebut kedalam ember pertama yang telah terisi 5 liter air.
4. Beri aerasi selama 3 hari terus menerus dengan menggunakan aerator seperti di akuarium air hias yang banyak dijual di toko-toko ikan hias.Pemberian aerator ini akan menjamin keberhasilan pertumbuhan kultur yang aerob.
5. Pada hari berikutnya yaitu hari ke –2 lakukan hal yang sama seperti langkah nomor 2 hingga nomor 4 pada ember ke –2.
6. Pada hari berikutnya yaitu hari ke – 3 lakukan hal yang sama seperti langkah nomor 2 hingga 4 pada ember ke 3.
7. Pada hari ke-4 larutan kultur Bossdext pada ember pertama sudah dapat diberikan pada sapi. Untuk menguji keberhasilan proses pembuatan kultur ini bisa dilakukan dengan meraba dinding ember sebelah dalam yaitu terasa licin dan terdapat larutan menjendal yang berwarna bening ini berarti pembuatan kultur Bossdext telah berhasil.
8. Cuci bersih ember pertama yang telah usai dipakai lalu buat larutan kultur baru untuk tiga hari mendatang. Stu ember kultur bossdext untuk satu ekor sapi.
Kegagalan pembuatan kultur bisa disebabkan oleh beberapa hal yaitu standar baku air tidak memadai, ember tidak terbuat dari bahan PVC misal seng, belanga, ban bekas dan berwarna hitam, dosis dan prosedur salah, ruang pembuatan terlalu gelap atau terkena sinar matahari secara langsung, ember tertutup rapat, gelembung aerasi terlalu besar, ember terkontaminasi zat kimia misal sabun, deterjen, antiseptik.Sekarang kita membahas cara pemberian comboran dengan Bossdext sebagai campurannya, sebagai berikut :
1. Siapkan pakan tambahan yang telah kita bahas sebelumnya, yaitu bisa dedak saja atau kombinasi dari berbagai bahan sesuai perhitungan yang telah kita tentukan pada bagian terdahulu, sesuai dengan bobot sapi pada tabel no.2
2. Ambil separuh dari larutan kultur bossdext dan tambahkan separuh pakan tambahan untuk porsi sehari, jika pada perhitungan kita diatas menghasilkan angka 3,14 kg maka ambil 1,57 kg untuk dicampurkan dengan separuh kultur bossdext, bisa ditambahkan garam dapur tanpa yodium secukupnya.
3. Aduk rata campuran tersebut dan bila kurang encer bisa ditambah air.
4. Biarkan campuran ini 1 jam agar terjadi fermentasi
5. Sisa kultur dan pakan tambahan diperlakukan sama untuk porsi sore hari
6. Setelah comboran habis dimakan oleh sapi,beri minum sepuasnya.
7. Beri sapi pakan jerami kering setelah 1- 2 jam pemberian combor, yaitu saat sapi mulai mengeluarkan air liur.
8. lakukan pemberian pakan dengan teratur setiap hari.
Demikian tata cara pembuatan kultur dan perlakuan bossdext dengan comboran.
2. Starbio
Sama halnya dengan bossdext, starbio adalah feed suplemen yang berfungsi membantu meningkatkan daya cerna pakan dalam lambung ternak. Starbio ini terdiri dari koloni mikrobe 9 ( bakteri fakultatif ) yang berasal dari lambung ternak ruminansia dan dikemas dalam campuran tanah dan akar rumput serta daun-daun yang telah membusuk. Mikroba yang terdapat didalamnya adalah mikroba lignolitik, selulitik,proteolitik, dan fiksasi nitrogen non simbiotik. Starbio dipasarkan berupa serbuk berwarna coklat. Bagaimana cara perlakuan starbio terhadap makanan sapi bisa di baca pada bab awal. Dengan teknologi ini pertambahan berat sapi bisa 1,2 kg / hari.
3. Bioplus
Zat ini berupa serbuk yang didalamnya terdiri dari bakteri menguntungkan seperti Lactobacillus, Streptomyces sp dan cendawan fermentor lain. Bioplus dikembangkan dari limbah rumah pemotongan hewan . Isi rumen sapi yang ditampung di tempat pemotongan diseleksi dan dipelihara ( fermentasi ) dengan diberi pakan jerami. Semakin bagus pertumbuhan koloni mikrobe tersebut maka semakin bagus pengaruhnya untuk pemcernaan sapi.Mikrobe yang mempunyai kemampuan tinggi mengurai pakan berserat adalah bakteri selulitik dan protozoa selulitik. Protozoa yang berkembangbiak dalam rumen merupakan sumber protein hewani bagi sapi.Pemberiannya dicampurkan dengan pakan tambahan ( comboran ). Dimana 1 kg bioplus dapat dicampur dengan 400 kg comboran kering, dengan kata lain 2,5 kg comboran kering bioplusnya 10 g. Bioplus ini mampu meningkatkan berat harian sapi sebesar 0,68 kg.
Langganan:
Postingan (Atom)